Minggu, 10 Maret 2013

oscar menangkan chelsea atas sparta praha

Oscar Menangkan Chelsea atas Sparta Praha
 
 
Jumat, 15 Februari 2013 | 02:50 WIB

:
AFP
Gelandang Chelsea, Oscar, merayakan golnya ke gawang Sparta Praha, pada leg pertama 32 besar Liga Europa, di Generali Arena, Praha, Kamis (14/2/2013).
PRAHA, KOMPAS.com — Belum semenit masuk menggantikan Juan Mata, Oscar mencetak gol pada menit ke-82 yang menentukan kemenangan Chelsea atas Sparta Praha pada leg pertama 32 besar Liga Europa di Generali Arena, Praha, Kamis (14/2/2013).

Setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Eden Hazard, Oscar mengecoh dua pemain lawan sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang membuat bola melesat dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Tomas Vaclik.

Chelsea sebetulnya mendominasi pertandingan dan cukup rajin menciptakan peluang. Namun, Vaclik membuat kerja keras Chelsea sia-sia.

Pada menit ke-35 dan ke-70, misalnya, Fernando Torres dan Frank Lampard melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti, yang titis tetapi bisa diantisipasi Vaclik.

Di sisi lain, Sparta Praha juga berusaha dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Usaha mereka tak membuahkan hasil maksimal akibat eksekusi yang kurang terukur.

Sepanjang laga, menurut UEFA, Chelsea melepaskan delapan tembakan akurat dari 18 usaha, sementara Sparta menciptakan dua peluang emas dari sebelas percobaan.

Pertandingan leg kedua akan berlangsung di Stamford Bridge pada Kamis (21/2/2013).

Sparta: 31-Tomas Vaclik; 4-Ondrej Svejdik, 19-Matej Hybs, 20-Tomas Zapotocny; 8-Marek Matejovsky, 22-Josef Husbauer (29-Roman Bednar 85), 23-Ladislav Krejci (3-Manuel Pamic 81), 25-Mario Holek, 33-Lukas Vacha; 10-David Lafata, 14-Vaclav Kadlec.

Chelsea: 1-Petr Cech; 2-Branislav Ivanovic, 24-Gary Cahill, 28-Cesar Azpilicueta, 34-Ryan Bertrand; 7-Ramires, 8-Frank Lampard, 10-Juan Mata (11-Oscar 81), 17-Eden Hazard, 21-Marko Marin (68); 9-Fernando Torres.

Wasit: Daniele Orsato

manchester united vs chelsea

Chelsea akhirnya mampu bangkit di babak kedua sehingga memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2 kontra Manchester United di babak perempat-final Piala FA di Old Trafford, Minggu (10/3) malam WIB.

Dengan hasil ini, kedua tim akan melakoni pertandingan ulangan di Stamford Bridge.

The Red Devils mampu unggul dua gol di babak pertama melalui aksi Javier Hernandez dan Wayne Rooney, namun The Blues mampu merespon dengan aksi comeback di babak kedua lewat gol yang dicetak Eden Hazard dan Ramires.

Babak Pertama

Chelsea langsung mengancam di menit-menit awal babak pertama ini. Demba Ba menerima umpan bola panjang dari kiper Petr Cech, yang dilanjutkan dengan sepakan keras, namun bola masih menyamping di sisi gawang United yang dijaga David De Gea.

United tidak mau kalah.  Giliran Cech yang harus mati-matian untuk mengamankan gawangnya dari gempuran, yang dilakukan Shinji Kagawa pada menit ketiga.

Tuan rumah akhirnya unggul cepat satu menit berselang. Kiriman bola brilliant dari Michael Carrick mampu dimanfaatkan dengan sundulan kepala Hernandez. Ini merupakan gol keenam Chicharito dari tujuh pertandingan terakhir lawan The Blues.

Pada menit kedelapan,  Frank Lampard mengancam gawang United dengan sepakannya, namun masih membentur salah seorang pemain lawan dan menyamping ke sisi gawang. Satu menit berselang, sepak pojok Oscar mampu dimentahkan dengan sundulan kepala Jonny Evans.

United akhirnya kembali unggul pada menit ke-11. Tendangan bebas Wayne Rooney langsung mengarah ke pojok kiri gawang. Sejumlah pemain Chelsea berusaha menghalau, namun karena gagal digapai dan Cech tak memiliki peluang, bola masuk ke dalam gawang setelah sempat memantul ke tanah lebih dulu.

Empat menit kemudian, gawang De Gea nyaris kebobolan andai Rio Ferdinand tidak menghalau tendangan bebas Juan Mata yang cukup berbahaya. Beberapa saat kemudian, giliran Patrice Evra yang mampu melakukan penjagaan atas pergerakaan Vivtor Moses saat akan menerima crossing dari Mata.

Saat pertandingan sudah memasuki menit ke-23, Mata melakukan pergerakan bagus dan mengirim bola kepada Lampard, namun tendangan pemain yang kedua justru tepat mengarah pada dekapan De Gea.

Satu menit berselang, giliran pasukan Sir Alex Ferguson yang mengancam. Cech dengan sigap menghentikan sepakan keras Rooney setelah ia bermain satu-dua dengan Evra. Beberapa saat kemudian, Chicharito nyaris mencetak gol ketiga United andai sontekan dengan kaki kirinya usai menerima crossing Nani, tidak menyamping ke sisi gawang.

Saat pertandingan menyisakan tujuh menit lagi, Chelsea menciptakan peluang bagus. Moses bermain satu-dua dengan Mata. Backheel rekannya mampu diteruskan dnegan sepakan, namun masih menyamping. Satu menit berselang, Moses gagal menggapai bola crossing dari Ashley Cole karena masih terlalu tinggi.

Satu menit jelang babak pertama akan berakhir, Fergie menarik keluar Nani dan memasukkan Antonio Valencia. Pertandingan berakhir untuk keunggulan 2-0 tuan rumah.

Babak Kedua

Di awal babak kedua ini, sebenarnya United banyak mengancam pertahanan Chelsea. Salah satunya Rafael yang nyaris mendapat passing menawan dari Valencia, namun masih ada David Luiz yang memotong bola. Beberapa saat kemudian, Valencia mengirimkan bola ke tengah kotak penalti, namun bisa dihalau Luiz.

Pada menit ke-52, Chelsea mengancam lewat pergerakan Ramires yang berusaha masuk ke dalam kotak penalti, namun sepakannya masih melebar di sisi gawang. Setelah peluang ini, tampaknya pasukan Rafael Benitez mulai menikmati permainan mereka sendiri.

Pada menit ke-59, Luiz nyaris saja mencetak gol andai tendangan jarak jauhnya tidak digagalkan De Gea.

Usaha Chelsea akhirnya berbuah hasil satu menit kemudian. Mata mengirim bola secara brilliant kepada Hazard. Dari dalam kotak penalti, pemain terakhir melepaskan tendangan melengkung ke arah pojok kiri gawang, tanpa bisa dihalau De Gea.

Chelsea hanya butuh waktu tujuh menit untuk mencetak gol lagi sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Lewat skema serangan balik yang khas milik Chelsea, bola berada dalam penguasaan Ramires di dalam kotak penalti. Dengan sedikit pergerakan mengecoh, pemain asal Brasil itu melepaskan tendangan ke pojok kanan gawang, tanpa bisa digapai De Gea.

Peluang United untuk balik unggul didapat pada menit ke-75. Tendangan bebas Rooney mampu dihalau dengan sundulan kepala Luiz, dan bola kemudian mengarah kepada Robin van Persie, namun sepakan pemain yang baru masuk di babak kedua, tepatnya pada menit ke-63 itu, masih melebar di sisi gawang.

Pada 15 menit akhir babak kedua, permainan justru berada dalam kendali Chelsea. Sebuah peluang apik dimiliki Mata, tepatnya pada menit ke-82. Pemain asal Spanyol itu melepaskan tendangan dari jarak jauh, namun bola justru mengarah tepat dalam dekapan De Gea. Dua menit berselang, pemain yang baru masuk, Fernando Torres, langsung mendapat peluang dengan melepaskan tendangan ke arah gawang, namun bisa diblok Evans.

Satu menit jelang pertandingan akan berakhir, Mata memiliki peluang emas. Menerima umpan lambung dari rekannya, sang gelandang mampu mengecoh penjagaan Evans dan melepaskan sepakan ke arah gawang, namun masih ada De Gea yang melakukan penyelamatan gemilang dengan kakinya.

Di masa injury time, De Gea melakukan dua penyelamatan gemilang. Yang pertama, terhadap sepakan keras Torres dari depan kotak penalti, dan yang kedua terhadap tendangan keras Eden Hazard si sisi kiri kotak penalti United.

Pertandingan pun berakhir imbang 2-2. Laga replay di Stamford Bridge akan menentukan siapa yang akan menerima tantangan Manchester City di semi-final Piala FA musim ini.

Susunan Pemain:

Manchester United Starting XI: De Gea; Rafael, Ferdinand, Evans, Evra; Nani, Carrick, Cleverley, Kagawa; Rooney, Hernandez.

Cadangan: Amos, Valencia, Anderson, Vidic, Young, Welbeck, Van Persie.

Chelsea Starting XI: Cech; Azpilicueta, Luiz, Cahill, Cole; Ramires, Lampard; Mata, Oscar, Moses; Ba.

Cadangan: Turnbull, Ivanovic, Torres, Mikel, Hazard, Terry, Bertrand.

Sejarah chelsea

Sejarah

Tim pertama Chelsea pada September 1905

Pada tahun 1904 H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepada Fulham untuk menggunakan stadion tersebut ditolak. Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FC, Stamford Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih. Chelsea didirikan oleh pada 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher's Hook) dan pertama kali bermain pada kompetisi Football League.

John Robertson seorang pemain timnas Skotlandia berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama Chelsea. Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim, seperti penjaga gawang William "Fatty" Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dari Manchester City. Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang menghadapi Stockport County. Chelsea kalah dengan skor 0–1.Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.

Chelsea mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka. Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga ke babak final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920.Chelsea memiliki reputasi mendatangkan pemain-pemain terkenal dan jumlah penonton yang besar tapi kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.

Mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner, meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara pertama mereka, gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55. Pada musim berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions, namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai. Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.

Pada akhir Januari 2009, Avram Grant digantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.

Diawal musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea. Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EPL (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–11.

Para pemain Chelsea merayakan gelar juara Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub

Pada awal musim 2011–12, AndrĂ© Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim. Dibawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya dan Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.